Administrasi Pendidikan (Citra Pendidikan Indonesia)

PENGANTAR PERKULIAHAN

Dengan mempelajari dari berbagai sumber E-Portofolio teman-teman dapat saya simpulkan diantaranya sebagai berikut.

Pada dasarnya inovasi pendidikan memiliki 4 ranah penting, yaitu :

1. What (apa definisi atau esensi dari inovasi itu sendiri)
2. Why (kenapa inovasi harus dilakukan)
3. When (kapan inovasi harus dilakukan)
4. How (bagaimana inovasi itu dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat)

Kehidupan adalah perubahan jika tidak ada perubahan artinya tidak ada kehidupan, pendidikan itu sendiri merupakan kehidupan karena memiliki sifat perubahan, sedangkan inovasi itu sendiri merupakan upaya tersistematis dalam melakukan perubahan tersebut, dengan demikian karakteristik UPI terlebih AP adalah wajib memiliki karakteristik Perubahan sebagai Read the rest of this entry »

A. Konsep Dasar Inovasi

Inovasi berasal dari kata latin, innovation yang berarti pembaruan dan perubahan. Kata kerjanya inovo yang artinya memperbaharui dan mengubah. Inovasi adalah suatu perubahan yang baru yang menuju kea rah perbaikan; yang lain atau berbeda dari yang ada sebelumnya, yang dilakukan dengan sengaja dan berencana (tidak secara kebetulan).

Inovasi adalah an idea, practice or object thatperceived as new by an individual or other unit of adoption. Menurut Prof. Azis Inovasi berarti mengintrodusir suatu gagasan maupun teknologi baru, inovasi merupakan genus dari change yang berarti perubahan. Inovasi dapat berupa ide, proses dan produk dalam berbagai bidang. Contoh bidangnya adalah : Managerial, Teknologi, Kurikulum

B. Pengertian Inovasi Pendidikan

Ada beberapa pendapat mengenai inovasi pendidikan :

1. Ibrahim (1988) mengemukakan bahwa inovasi pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Jadi, inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamati berbagai hal yang baru bagi hasil seseorang atau kelompok orang (masyarakat), baik berupa hasil inverse (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memecahkan masalah pendidikan.

2. Demikian pula Ansyar, Nurtain (1991) mengemukakan inovasi adalah gagasan, perbuatan atau sesuatu yang baru dalam konteks social tertentu untuk menjawab masalah yang dihadapi.

Inovasi pendidikan adalah suatu perubahan yang baru, dan kualitatif berbeda dari hal (yang ada sebelumnya), serta sengaja diciptakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai Read the rest of this entry »

Everett M. Rogers mengemukakan karakteristik inovasi yang dapat mempengaruhi cepat atau lambatnya penerimaan inovasi, sebagai berikut :

1. Keunggulan relatif, yaitu sejauh mana inovasi dapat memberikan manfaat atau keuntungan, bagi penerimanya, yang dapat diukur berdasarkan nilai ekonominya, prestise sosial, kenyamanan, kepuasaan dan lainnya.
2. Konfirmanilitas/Kompatibel (Compatibility), ialah tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai (value), pengalaman lalu, dan kebutuhan dari penerima.
3. Kompleksitas (complexity), ialah tingkat kesukaran atau kerumitan untuk memahami dan menggunakan inovasi bagi penerima.
4. Trialabilitas (Trialability), ialah dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh penerima.
5. Dapat diamati (Observability) ialah mudah tidaknya diamati suatu hasil inovasi. Suatu inovasi yang hasilnya mudah diamati akan makin cepat diterima oleh masyarakat. Adapun beberapa kemampuan bidang yang dapat diamati, diantaranya : manajemen pendidikan, metodologi pengajaran, media pembelajaran, sumber belajar, pelatihan guru, implementasi kurikulum,dll.

Dari kelima karakteristik tersebut didapat peta konsep sebagai berikut :

1. Keunggulan reatif

· manfaat Read the rest of this entry »

Rogers (1961) mengemukakan difusi menyangkut “which is the spread of a new idea from its source of invention or creation to its ultimate users or adopters.”

Sesuai dengan pemikiran Rogers, dalam proses difusi inovasi terdapat 4 (empat) elemen pokok, yaitu:

(1) Inovasi; gagasan, tindakan, atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Dalam hal ini, kebaruan inovasi diukur secara subjektif menurut pandangan individu yang menerimanya. Jika suatu ide dianggap baru oleh seseorang maka ia adalah inovasi untuk orang itu. Konsep ’baru’ dalam ide yang inovatif tidak harus baru sama sekali.

(2) Saluran komunikasi; ’alat’ untuk menyampaikan pesan-pesan inovasi dari sumber kepada penerima. Dalam memilih saluran komunikasi, sumber paling tidakperlu memperhatikan (a) tujuan diadakannya Read the rest of this entry »

Rangkuman Pertemuan 5

STRATEGI INOVASI

1. Strategi Fasilitatif

Pelaksanaan program perubahan sosial dengan menggunakqan strategi fasilitatif artinya untuk mencapai tujuan perubahan perubahan sosial yang telah ditentukan, diutamakan penyediaan fasilitas dengan maksud agar program sosial akan berjalan dengan mudah dan lancar. Strategi fasilitatif akan dapat digunakan dengan tepat jika :

(a) mengenal masalah yang dihadapi serta menyadari perlunya mencari target perubahan,

(b) merasa perlu adanya perubahan,

(c) bersedia menerima bantuan dari luar dirinya,

(d) memiliki kemauan untuk berpartisipasi dalam usaha merubah atau memperbaiki dirinya.

2. Strategi Pendidikan.

Dengan strategi ini orang harus belajar lagi tentang sesuatu yang dilupakan yang sebenarnya telah dipelajarinya sebelum mempelajari tingkah laku atau sikap baru. Strategi pendidikan dapat berlangsung efektif, perlu mempertimbangkan hal-hal berikut ini :

- digunakan untuk menanamkan prinsip-prinsip yang perlu dikuasai

- disertai dengan keterlibatan berbagai pihak, misalnya dengan adanya: sumbangan dana, donator, serta penunjang yang lain.

- digunakan untuk menjaga agar klien tidak menolak perubahan atau kembali ke keadaan sebelumnya.

Strategi pendidikan akan kurang eefektif jika :

- tidak tersedia sumber yang cukup untuk Read the rest of this entry »

A. Rangkuman Pertemuan 6

1. Ruang lingkup inovasi sekolah sebagai suatu sistem adalah sebagai berikut

a. Input, meliputi:

* Visi, misi, tujuan, sasaran

* Kurikulum

* Pendidik dan tenaga kependidikan

* Peserta didik

* Sarana dan prasarana

* Dana

* Regulasi

* Organisasi

* Administrasi

* Peran serta masyarakat

* Budaya sekolah

b. Proses; yaitu proses belajar mengajar

c. Output, meliputi:

* Prestasi akademik

* Prestasi non akademik

* Angka putus sekolah

* Angka mengulang

d. Outcome, meliputi:

* Kesempatan pendidikan

* Kesempatan kerja

* Pengembangan diri tamatan

2. Konsep Organisasi

* Definisi
Menurut Stephen P. Robbins

Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan Read the rest of this entry »

1. Konsep Manajemen

a. Pengertian Manajemen
Pengertian Manajemen
Gaffar ( 1989 ) mengemukakan bahwa manajemen pendidikan mengandung arti sebagai suatu proses kerja sama yang sistematik, sistemik, dan komprehensif dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
(Prajudi Atmosudirdjo,1982 : 124), Manajemen itu adalah pengendalian dan pemanfaatan dari pada semua faktor dan sumberdaya, yang menurut suatu perencanaan (planning), diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu prapta atau tujuan kerja yang tertentu.
Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindsakan-tindakan : Perencanaan, pengorganisasian, menggerakan, dan poengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia serta sumber-sumber lain (George R. Terry, 1986:4). Terdapat beberapa prinsip yang nampaknya menjadi benang merah tentang pengertian manajemen yakni :

1) Manajemen merupakan suatu kegiatan

2) Manajemen menggunakan atau memanfaatkan pihak-pihak lain

3) Kegiatan manajemen diarahkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu

Setelah melihat pengertian manajemen, maka nampak jelas bahwa setiap organisasi termasuk organisasi pendidikan seperti Sekolah akan sangat memerlukan manajemen untuk mengatur/mengelola kerjasama yang terjadi agar dapat berjalan dengan baik dalam pencapaian tujuan, untuk itu pengelolaannya mesti berjalan secara sistematis melalui tahapan-tahapan dengan diawali oleh suatu rencana sampai tahapan berikutnya dengan menunjukan suatu keterpaduan dalam prosesnya, dengan mengingat hal itu, maka makna pentingnya manajemen semakin jelas bagi kehidupan manusia termasuk bidang pendidikan.

b. Pengertian Manajemen Pendidikan

Manajemen pendidikan ialah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, Read the rest of this entry »

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.