Administrasi Pendidikan (Citra Pendidikan Indonesia)

INOVASI DALAM ORGANISASI

A. Rangkuman Pertemuan 6

1. Ruang lingkup inovasi sekolah sebagai suatu sistem adalah sebagai berikut

a. Input, meliputi:

* Visi, misi, tujuan, sasaran

* Kurikulum

* Pendidik dan tenaga kependidikan

* Peserta didik

* Sarana dan prasarana

* Dana

* Regulasi

* Organisasi

* Administrasi

* Peran serta masyarakat

* Budaya sekolah

b. Proses; yaitu proses belajar mengajar

c. Output, meliputi:

* Prestasi akademik

* Prestasi non akademik

* Angka putus sekolah

* Angka mengulang

d. Outcome, meliputi:

* Kesempatan pendidikan

* Kesempatan kerja

* Pengembangan diri tamatan

2. Konsep Organisasi

* Definisi
Menurut Stephen P. Robbins

Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
* Partisipasi.

Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi:

a. Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.

b. Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.

c. Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut : Pikiran (psychological participation), Tenaga (physical partisipation), Pikiran dan tenaga, Keahlian, Barang, Uang.

* Bentuk-Bentuk Organisasi

Organisasi politik, Organisasi sosial, Organisasi mahasiswa, Organisasi olahraga, Organisasi sekolah, Organisasi negara

M 3. Mempertahankan Kehidupan Inovasi dalam Organisasi

Joyce wycoff (2004) mengemukakan 10 langkah praktis untuk mempertahankan kehidupan inovasi dalam suatu organisasi yaitu :

* Hilangkan rasa takut dalam organisasi.

* Jadikan inovasi sebagai bagian dari sistem penilaian kerja setiap orang. Tanyakan kepada mereka, apa yang akan mereka ciptakan pada masa yang akan dating.

* Dokumentasikan setiap proses inovasi dan pastikan setiap orang dapat memahami peran di dalamnya dengan sebaik-baiknya.

* Berikan keluasaan kepada semua orang untuk dapat mengeksplorasi kemungkinan baru dan berkolaborasi dengan orang lain.

* Pastikan setiap orang dapat memahami strategi organisasi dan pastikan pula bahwa semua usaha inovasi benar-benar sudah selaras dengan strategi yang ada.

* Belajarkan semua orang untuk mampu memindai limngkungan, seperti tentang trend baru, teknologi atau perubahan mindset pelanggan.

* Belajarkan semua orang untuk menghargai keragaman, baik dalam gaya berpikir, perspektif, pengalaman atau keahlian, karena keragaman seluruh aktivitas ini merupakan bagian yang penting dan tidak dapat dipisahkan dalam proses menuju inovasi.

* Tentukan criteria yang terukur dengan focus pada cita-cita masa depan organisasi.

* Team inovasi berbeda dengan team proyek regular. Oleh karena itu dibutuhkan perlengkapan dan mindset yang berbeda pula. Sediakanlah pelatihan yang cukup sehingga setiap orang dapat bekerja dalam inovasi secara sukses.

* Kembangkan sistem pengelolaan gagasan dan tangkaplah setiap gagasan untuk dikembangkan dan dievaluasi berbagai kemungkinannya.

4 4. PSBG (Pusat Sumber Belajar Gugus)

PSBG merupakan jalan meningkatkan profesionalisme guru. Guru dan tenaga pendidik lainnya dapat mengadakan pelatihan KKG, KKKS, Pembuatan soal, Pelayanan ICT dan tersedianya sumber belajar yang memadai untuk dipergunakan. Kalau PSBG tidak dimanfaatkan secara maksimal maka hasil yang diharapkan juga tidak maksimal. Jika para tenaga pendidik yang ada di binaan DBE2 memanfaatkan dan menggunakan sumber belajar yang ada maka tidak muluk- muluk apa yang diutarakan di atas bahwa PSBG dapat menjadi wadah menuju profesionalisme seorang tenaga pendididik. Guru yang profesional pasti akan diperhatikan pemerintah untuk masa yang akan datang. Tujuan akhir PSBG adalah sebagai berikut :

* Meningkatkan mutu pendidikan

* Meningkatkan profesi guru dan KS

* Mengembangkan guru dan KS menjadi lebih profesional

* Meningkatkan mutu pembelajaran siswa

* Merangsang kreativitas siswa dan guru dalam menggunakan alat peraga

* Meningkatkan mutu pembelajaran melalui inovasi pendidikan produk psbg

* Menumbuhkan rasa tanggungjawab dan cinta lingkungan

* membuat proses belajar jadi mudah dan menyenangkan PSBG yang memiliki 4 fungsi yaitu :

Ø pertemuan
PSBG berfungsi sebagai tempat warga gugus melaksanakan pertemuan-pertemuan baik rutin maupun insidental berkaitan dengan kegiatan profesionalnya. Seperti misalnya pertemuan KKG, KKKS dll.

Ø pengembangan profesional

PSBG merupakan tempat di mana warga gugus dapat melakukan kegiatan-kegiatan pengembang-an profesional dalam pendidikan dan pembelajaran.
Misalnya pelatihan, workshop, simulasi, peer teaching, diskusi serta kegiatan lain yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan profesionalnya.
Di PSBG para guru dapat melaksanakan workshop penyusunan RPP, penulisan soal dll.

Ø Informasi
PSBG merupakan tempat di mana warga gugus dapat memperoleh informasi pendidikan dan pembelajaran . Berbagai informasi baik dalam bentuk nara sumber, materi cetak, non cetak , maupun on-line dapat diperoleh atau diakses di PSBG. Buku-buku referensi, dokumen – dokumen kebijakan pendidikan, majalah, koran , program audio atau video pembelajaran tersedia, dapat dipinjam dan atau digunakan di PSBG sementara informasi dari luar PSBG dapat diakses online melalui PSBG.

Hasil workshop para guru yang baik dapat pula di simpan di PSBG untuk dapat digunakan bersama seperti : RPP, alat bantu mengajar sederhana, dll.

Ø Produksi
PSBG kemungkinan juga melaksanakan fungsi produksi apabila di PSBG warga gugus dapat membuat alat bantu atau media pembelajaran untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar mereka di sekolah masing-masing.
Alat bantu atau media pembelajaran yang baik nantinya tidak hanya digunakan di gugus ybs tetapi kemungkinan juga gugus lain dari kabupaten yang sama atau bahkan kabupaten dan propinsi yang lain

B. Tanggapan menenai Inovasi Organisasi

Pemahaman inovasi dalam organisasi sangat penting karena dengan memahami konteks inovasi dalam Organisasi kita sebagai manajer tidak akan kehilangan jejak untuk melakukan Inovasi. Seiring dengan perkembangan jaman maka pada setiap sumkomponen dari sistem organisasi itu sendiri sudah seharusnya mendapatkan sentuhan Inovasi. Oleh karena itu pemahaman lingkunp inovasi organisasi menajsi sangat penting.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: