Administrasi Pendidikan (Citra Pendidikan Indonesia)

  • Dasar filosofi manajemen kelas satu computer baik sekali, yaitu didasarkan pada bagaimana sebuah kelas yang mencerminkan kehidupan abad 21 dengan tetap berkaidah pada “High tingking order” pemikiran tingkat tinggi dan emosional intelegent menjadi suatu landasan utama dalam mengembangkan pembelajaran aktif berbasis ICT. Kenapa harus satu ? mungkin itu pertanyaannya ? apakah tidak lebih baik setiap anak satu computer ?. Untuk menjawab dua pertanyaan tersebut kita kembali kepada landasan filosofis kita yaitu mengenai sosial intelegent dan pemikiran tingkat tinggi.Satu Komputer di kelas belum tentu menjamin adanya sebuah kondisi kelas yang aktif, kita mungkin sering melihat dalam setiap seminar ataupun lokakarya computer hanya digunakan untuk menjadi sebatas media dalam memvisualisasikan materi yang akan dibawakan oleh pembicara, tanpa adanya melibatkan seluruh peserta “bukan itu maksudnya” dalam konsep ALWICT satu computer dapat menjadikan media sekaligus sumber belajar dalam menunjang terjadinya sebuah proses belajar mengajar yang interaktif. Konsep utamanya adalah satu computer dikelas bukan hanya milik guru saja tetapi milik semua siswa, artinya siswa juga dapat menggunakan computer tersebut untuk mencapai tujuan pembelajaran. Apapun model serta strateginya asal berpedoman pada membangun konstruktivisme dan juga melibatkan aktivitas fisik, pikiran ataupun mental seluruh peserta didik itu masih dalam ruang lingkup ALWICT.

Manajemen kelas satu computer adalah suatu metode atau bentuk pembelajaran dengan menggunakan alat bantu computer di setiap kelasnya. Dengan kata lain, manajemen kelas satu computer adalah memanfaatkan jumlah komputer yang terbatas pada kelas untuk melaksanakan integrasi TIK dalam pembelajaran di kelas.
Strategi Manajemen Kelas Komputer Terbatas
• Pendekatan Navigator: setiap tim harus mengirimkan satu anggota-nya kepada fasilitator untuk menerima pelatihan “Navigator”. Setelah mengikuti pelatihan, ia akan kembali ke timnya dan tanpa menyentuh mouse atau keyboard, ia akan mengajarkan kolega-koleganya tentang penggunaan PowerPoint . Fasilitator akan menyediakan diri menjadi model, yaitu dengan tidak menyentuh mouse atau keyboard saat ia melatih kelompok pertama ini tentang PowerPoint.
• Model manajemen kelas yang kedua adalah model Kelompok Kolaboratif. Masing-masing individu memiliki tugas khusus (sebagian peserta bekerja pada komputer dan sebagian lagi tidak) tetapi semuanya berkontribusi dalam penyelesaian produk final.

 

  • Tanggapan saya untuk manajemen kelas satu computer adalah inovasi yang baik. Pemanftan IT di sekolah sangat membantu proses pembelajaran yang mengarah pda pencpaian kompetensi siswa yang sesuai dengan kebutuhan pasar, karena saat ini kemampuan atau melek terhadap IT sangat dibutuhkan oleh generasi kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: