Administrasi Pendidikan (Citra Pendidikan Indonesia)

Pertemuan ini membahas mengenai pendampingan online berbasis sekolah dan pendampingan seolah secara langsung. Dikarenakan ada perubahan yang paling mendasar dalam bidang pendidikan antara lain yaitu perubahan kewenangan yang terkait dengan pengembangan kurikulum. Hal itu adalah sebagaimana yang di amanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan selanjutnya dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Kewenangan mengembangkan kurikulum beralih sentralistik menjadi desentralistik. Implikasinya adalah sekolah dan komite sekolah, atau komite madrasah memiliki kewenangan untuk mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya. Untuk membantu sekolah dalam pengembangan KTSP, Pusat kurikulum sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan mengemban tugas untuk melakukan pendampingan dan sekaligus melakukan monitoring terhadap pelakasanaan pengembangan KTSP bersama dengan perguruan tinggi dan LPMP. Tujuan kegiatan pendampingan tersebut yaitu memberikan pembekalan berupa konsep dan pola penyusunan dan pengembangan KTSP kepada satuan pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA, SMK baik kepada guru maupan kepala sekolah.

Sejalan dengan program pemerintah tersebut Dinas Pendidikan menyikapi dengan menyusun perencanaan pada tahun 2006-2007 secara serempak harus melaksanakan KTSP “bisa tidak bisa laksanakan saja dulu.” Pemerintah kabupaten ciamis sedang menyiapkan tim pengembang kurikulum untuk melakukan sosialisasi pendampingan ke beberapa sekolah melalui gugus, KKG, dan MGMP. Tim ini dipilih dari beberapa peserta terutama pengawas yang dilibatkan dalam kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Pusat Kurikulum, strategi mendahulukan pengawas, karena pengawas yang akan langsung membina sekolah-sekolah.

Dari beberapa laporan yang dipelajari dalam masalah pendampingan implementasi KTSP ini terangkum beberapa permasalahan sebagai berikut Hal umum yang ditemukan pada tiap satuan pendidikan adalah peserta masih kesulitan dalam memahami konsep-konsep pengembangan KTSP antara lain kriteria ketuntasan minimal, pengembangan silabus, pengembangan RPP, penilaian kelas, merumuskan SK dan KD muatan lokal. Selain itu tidak meratanya pemahaman guru tentang KTSP. Di SD banyak kendala yang dihadapi dalam pengembangan KTSP, diantaranya adalah guru merasa beban yang mereka tanggung sangat berat karena mereka guru kelas yang mengajar seluruh mata pelajaran sehingga harus membuat silabus dan RPP seluruh mata pelajaran. Hal lain yang membingungkan adalah tentang penyusunan perencanaan pembelajaran tematik. Di SMP hal yang dirsasa berat adalah dalam penyusunan perencanaan IPA dan IPS terpadu, karena mereka beranggapan seluruh mata pelajaran yang ada di IPS harus diajarkan oleh satu guru. Untuk SMA dan SMK tidak mengalami banyak kesulitan dalam penyusunan silabus dan RPP tiap mata pelajaran. Kendala lain yang dihadapi letak geografis yang cukup jauh sehingga pelaksanaan MGMP agak sulita sehingga dilaksanakn berdasarkan gugus – rayon yang berdekatan.

Beranjak dari hasil temuan pada saat monitoring pengembangan KTSP masih menemukan banyak kendala, maka untuk itu perlu dilakukan kegiatan yang terencana dengan baik dan dilakukan secara intensif dan berkesinambungan sehingga penyelenggara pendidikan di satuan pendidikan memiliki konsep yang menyeluruh dan mendalam tentang KTSP.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: